news24xx.com
Wednesday, 15 Jul 2020

Akibat Corona! Pakar Ekonomi Sebut Jumlah Orang Miskin di Indonesia Akan Bertambah Drastis

news24xx


Orang miskin di IndonesiaOrang miskin di Indonesia

News24xx.com - Potensi peningkatan jumlah angka kemiskinan di Pulau Jawa akibat Corona sangat besar dibandingkan dengan wilayah lainnya. Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Putut Hari Satyaka mengatakan peningkatan angka kemiskinan paling besar terdapat di Jawa karena wilayahnya sebagai epicentrum penyebaran COVID-19.

Putut juga menjelaskan, potensi peningkatan jumlah angka kemiskinan merupakan dampak dari terganggunya aktivitas ekonomi nasional, ditambah lagi pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di semua sektor yang mendukung perekonomian.

Pemerintah Indonesia memasang pertumbuhan ekonomi pada skenario optimis antara minus 0,4% sampai 2,3%. Kementerian Keuangan sendiri membuat kajian skenario berat yaitu dengan harapan pertumbuhan akan berada di level 2,3%, sedangkan skenario sangat berat minus 0,4% hingga akhir tahun 2020.

Baca Juga: Alami Penurunan Omset yang Drastis Akibat Virus Corona, Levi's Akan Memangkas 700 Pekerjaan Kantor di Seluruh Dunia

www.jualbuy.com

Dari skenario itu terlihat terjadi penurunan target pertumbuhan ekonomi dari yang awalnya sebesar 5,3% sesuai APBN 2020. Dengan begitu, potensi dampak sosial penurunan pertumbuhan terhadap kemiskinan, kata Putut untuk skenario berat akan bertambah sekitar 1,16 juta orang, sangat berat 3,78 juta orang.

Begitu juga pada angka pengangguran, pada skenario berat akan bertambah sekitar 2,92 juta orang, dan sangat berat sekitar 5,23 juta orang. Khusus potensi peningkatan angka kemiskinan, Putut menyebut untuk Pulau Jawa menjadi yang paling besar dibandingkan wilayah lain.

Baca Juga: Ratusan Orang Menghadiri Doa Bersama Ketika Bali Bersiap Untuk Membuka Kembali Pariwisata Ditengah Pandemi

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Putut mengungkapkan dibutuhkan terobosan kebijakan salah satunya melalui transfer ke daerah dan dana desa (TKDD)dalam menangani COVID-19. Antara lain penyesuaian alokasi TKDD melalui Perpres 54 Tahun 2020 untuk dialihkan pada penanganan Corona secara terpusat.

"Pemerintah telah berupaya dengan berbagai rancangan strategi dan kebijakan, dan yang terkait kebijakan keuangan salah satunya anggaran untuk kesehatan, penanganan kesehatan, penanganan COVID. Bansos ratusan triliun, penanganan perlindungan daya beli ratusan triliun," ungkapnya.





loading...
Versi Mobile
Loading...