news24xx.com
Sunday, 05 Jul 2020

Mengerikan! 1 Rumah Sakit Harus Dikarantina, 700 Petugas Dan Pasien Diduga Positif COVID-19

news24xx


Pada bulan April, Pokrovskaya, salah satu rumah sakit utama di St Petersburg yang merawat pasien Covid-19Pada bulan April, Pokrovskaya, salah satu rumah sakit utama di St Petersburg yang merawat pasien Covid-19

News24xx.com - Pada awal April, seorang pasien di rumah sakit ortopedi di St Petersburg mengidap pneumonia.

Ketika tes virus corona pasien tersebut menunjukkan positif, rumah sakit Vreden ditutup dan diperintahkan untuk dikarantina.

Lebih dari 700 petugas medis dan pasien dikarantina dari dunia luar untuk 35 hari berikutnya.

Masalah ini dinilai mirip dengan karantina kapal pesiar "Diamond Princess ", yang "parkir" di lepas pantai Jepang pada awal epidemi Covid-19 dan menjadi klaster Covid-19-dengan lebih dari 700 kasus dan sembilan kematian di antara penumpang dan awak.

Kebanyakan orang yang berada di dalam rumah sakit Rusia menjadi ikut terinfeksi.

Baca Juga: Ngeri! Virus Corona Terus Bermutasi, Ahli Sebut Corona Semakin Menular

www.jualbuy.com

Menurut laporan otoritas di St Petersburg, setidaknya dua orang anggota staf medis dan dua orang pasien meninggal.

The Vreden Institute adalah Pusat Nasional untuk Traumatologi dan Ortopedi. Didirikan pada 1906, rumah sakit ini adalah salah satu yang tertua di Rusia.

Pasien bisa dirujuk ke sini oleh dokter dari seluruh negeri. Banyak yang menunggu berbulan-bulan, dan bahkan bertahun-tahun, untuk mendapatkan janji dengan spesialis Vreden yang terkenal.

Pada saat rumah sakit terdeteksi kasus virus corona pertama, Rusia sudah memberlakukan pembatasan terhadap pengunjung asing dan warganya telah menjadi sadar akan ancaman penyebaran virus.

Pada tanggal 9 April, hari di mana Vreden Institute menutup pintu dari dunia luar, ada 474 pasien dan 239 staf.

Baca Juga: Era New Normal; Ketahui Saat Yang Tepat Pakai Sarung Tangan Lateks

Menurut plt direktur institut tersebut, kepala petugas medis St Petersburg yang membuat keputusan untuk menangguhkan operasi dan menyegel rumah sakit untuk mencegah penyebaran infeksi.

Pada tanggal 8 April, dokter dan perawat diberitahu untuk pulang ke rumah, mempersiapkan diri untuk dikarantina di dalam rumah sakit dan kembali keesokan harinya.

Salah satu dokter menjelaskan di media sosial, mengakui bahwa dia dan rekan-rekannya meremehkan keseriusan situasinya. Dokter ini sendiri jatuh sakit tidak lama setelah itu.

Rumah sakit tidak siap untuk berurusan dengan virus corona, laporan menunjukkan. Tidak ada pemisahan daerah "bersih " dan "terinfeksi " dan peralatan pelindung awalnya langka.

Pada saat protokol diberlakukan, banyak orang telah terinfeksi sejalan dengan penyebaran virus.
 





loading...
Versi Mobile
Loading...