news24xx.com
Wednesday, 15 Jul 2020

Ajaib! Paru-Paru Sudah Berubah Menjadi Putih Akibat Corona, Kematian Benar-Benar Sudah Dekat, Namun Akhirnya Pasien Ini Sembuh

news24xx


Kondisi Mukherjee setelah membaikKondisi Mukherjee setelah membaik

News24xx.com - "Dia mungkin tidak akan bisa selamat malam ini. Kondisinya tiba-tiba memburuk sekali," papar Dr Saswati Sinha kepada istri seorang pasien melalui telepon ketika ia menuju kembali ke rumah sakit melewati jalanan sepi di kota Kolkata, India.

Percakapan tersebut berlangsung pada 11 April malam. India saat itu berada dalam pergolakan lockdown, atau karantina wilayah, untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Penuturan Dr Sinha itu menyangkut nasib seorang pasien bernama Nitaidas Mukherjee. Dia telah berjuang melawan Covid-19 selama hampir dua pekan di Rumah Sakit AMRI di Kolkata, tempat Dr Sinha bekerja sebagai konsultan perawatan kritis.

Mukherjee berprofesi sebagai pekerja sosial organisasi nirlaba yang membantu tunawisma dan warga miskin, terinfeksi virus corona. Pria berusia 52 tahun itu berjuang untuk hidupnya dalam perawatan kritis sehingga saluran pernapasannya dibantu sebuah ventilator (alat bantu napas).

Sebelumnya, ia tiba di rumah sakit pada 30 Maret malam. Saat itu ia mengalami gejala demam tinggi kesulitan bernapas.

Baca Juga: Makan Alpukat Tiap Hari Dan Rasakan 5 Perubahan Ini Pada Tubuh

www.jualbuy.com

 Hasil pemeriksaan Sinar-X, kondisi Mukherjee tampak "sangat buruk". Paru-parunya terlihat berwarna putih akibat dibanjiri sel-sel yang meradang. Cairan putih terlihat saat dirontgen. Kantung udara dipenuhi cairan yang menghalangi aliran oksigen ke organ-organ tubuh.

Malam itu, dokter menggunakan masker aliran tinggi untuk meningkatkan kadar oksigennya, memberinya obat diabetes, dan mengambil usap pada bagian tenggorokan untuk tes Covid-19.

Malam berikutnya, Mukherjee dilaporkan positif tertular COVID-19.

Saat itulah dia dibius dan dipasangkan ventilator. Ia tidak bangun lagi sampai tiga minggu kemudian. Bahkan, butuh waktu yang lebih lama lagi sebelum Mukherjee bebas dari alat bantu napas.

Pada suatu malam di bulan April, keadaannya semakin memburuk.

Demamnya melonjak, detak jantung menurun, dan tekanan darah turun drastis. Semua ini menunjukkan gejala infeksi baru.

Dr Saswati Sinha mengatakan perjuangan untuk menyelamatkan Mukherjee adalah pengalaman yang sangat melelahkan.
 
Dr Sinha dan timnya memberikan antibiotik yang ampuh sebagai pilihan akhir untuk membunuh infeksi langsung ke pembuluh darahnya, bersama dengan pelemas otot tambahan dan obat-obatan untuk menstabilkan tekanan darah.

Akhirnya, sebulan setelah dirawat, Mukherjee menunjukkan tanda-tanda mengalahkan infeksi.

Dia terbangun dari koma yang diinduksi secara medis. 

"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Semuanya tidak jelas. Saya melihat seorang wanita dengan celemek biru berdiri di depan saya, yang kemudian saya ketahui adalah dokter saya," kata Mukherjee kepada BBC.

"Kau tahu, aku tertidur nyenyak selama lebih dari tiga minggu. Aku tidak tahu mengapa aku berbaring di rumah sakit. Itu adalah ingatan yang hilang.

Baca Juga: Tingkatkan Kesehatan Vagina Anda Selama COVID-19

"Tetapi saya ingat sesuatu. Saya pikir saya berhalusinasi ketika saya dalam keadaan koma. Saya dikurung di suatu tempat, diikat tali, dan orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya tidak sehat, dan mereka mengambil uang dari keluarga saya, dan saya tidak dibebaskan. Dan saya mati-matian berusaha menghubungi orang untuk membantu saya. "

Pada akhir April, dokter melepasnya dari ventilator selama setengah jam dan Mukherjee bernapas sendiri untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan. Proses itu tidak mudah. Dokter mengatakan Mukherjee sering mengalami "kepanikan" dan menekan bel darurat di samping tempat tidur karena berpikir dia tidak akan bisa bernapas tanpa mesin itu.

Pada 3 Mei, mereka mematikan ventilator, dan lima hari kemudian, mengirimnya pulang.

"Prosesnya itu panjang sekali. Dia menderita ARDS parah. Dia demam tinggi selama empat minggu. Dia tidak bisa bernapas sendiri. Virus itu menimbulkan malapetaka," kata Dr Sinha.

Sekarang di rumah, Mukherjee memulai kehidupan baru.

Dia mulai berjalan lagi tanpa bantuan. Bahkan beberapa ingatannya kembali.

Dia telah batuk selama beberapa hari sebelum dibawa ke rumah sakit, dan telah mengunjungi dokter yang mendiagnosisnya sebagai infeksi tenggorokan. Waktu itu, dia masih bekerja, mengenakan masker, membantu kaum miskin dan melarat dari jalanan.
 





loading...
Versi Mobile
Loading...