news24xx.com
Wednesday, 12 Aug 2020

Gaji dan Tunjangan Hari Raya Tak Kunjung Dibayar, Karyawan di Pelalawan Nekat Gembok Pintu Masuk Pabrik

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Karyawan PT. Langgam Inti Hibrindo di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, menggelar aksi demonstrasi pada Selasa, 16 Juni 2020.

Hal tersebut dikarenakan PT Langgam Inti Hibrindo diduga melanggar kesepakatan yang dibuat sendiri dengan karyawannya. Kesepakatan tersebut terkait tentang gaji bulan Mei dan tunjangan hari raya yang belum dibayarkan perusahaan, padahal seharusnya seluruh kesepakatan tersebut dibayarkan pada hati Selasa, 16 Juni 2020.

Aksi menggembok pintu masuk Pabrik Kelapa Sawit pun dilakukan sebagai puncak kekecewaan karyawan.

Baca Juga: Limbah Meluber ke Sungai Kerumutan

www.jualbuy.com

Ketua Serikat Pekerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT. Langgam Inti Hibrindo Samsul Bahri mengatakan,  ”Gaji dan Tunjangan Hari Raya belum dibayar. Sejak tahun lalu, BPJS Tenaga Kerja dipotong dari gaji tapi tak disetor. BPJS kesehatan juga tidak diaktifkan tapi tetap dipotong setiap bulan sejak 2017,” bebernya.

Samsul juga mengungkapkan jika PT. Langgam Inti Hibrindo telat membayar hak-hak normatif pekerjanya dan seolah-olah tidak mau bertanggung jawab terhadap karyawannya.

Sebagai bentuk toleransi dan rasa memiliki para karyawan, tambah Samsul, mereka mau menerima permintaan PT. Langgam Inti Hibrindo, yang meminta penundaan pembayaran hal karyawan, hingga tanggal 16 Juni 2020.

Baca Juga: Mengadakan Komunikasi Sosial di Desa Mulia Subur

"Kenyataannya, manejemen berbohong. Ditanya kapan, tak ada kejelasan. Sangat tidak profesional bertanggung jawab. Maka kami memutuskan menghentikan produksi perusahaan, sampai hak kami dikeluarkan," tegasnya.

Hubungan Masyarakat PT. Langgam Inti Hibrindo, Yusman membenarkan adanya aksi penutupan gerbang pabrik yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. “Iya, persoalannya mereka belum terima gaji dan Tunjangan Hari Raya,” katanya.

Kini karyawan PT. Langgam Inti Hibrindo mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk turun tangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...