news24xx.com
Wednesday, 05 Aug 2020

Kisah Pengedar Narkoba Terbesar Di Singapura Yang Minta Difoto Sebelum Dihukum Pancung, Tujuannya Sangat Mulia

news24xx


Prabu terpidana mati narkoba di Negara Singapura Prabu terpidana mati narkoba di Negara Singapura

News24xx.com - Prabu Pathmanathan (31), seorang pengedar narkoba asal Malaysia menyampaikan permintaan terakhirnya sebelum dieksekusi mati di Pengadilan Singapura.

Permintaan terakhir Prabu Pathmanathan ini terbilang tak biasa.

Bagaimana tidak,  kepada salah seorang temannya, ia ingin foto terakhirnya disebar luas.

Meski terdengar aneh, tapi Prabu memiliki tujuan mulia di baliknya.

Dengan foto itu, Prabu berharap ini bisa menyadarkan orang-orang, agar tidak pernah mencoba obat-obatan terlarang.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

Dalam foto itu, Prabu, memakai sebuah kaus warna biru, tersenyum.

Kepalanya dibalut kain warna putih.

Selain itu, dia juga tampak memegang buku religi Bhagavad Gita dan buku mengenai Sai Satcharitra, sosok orang suci di India.

Setelah menjalani sesi foto ini, Prabu pun dihukum pancung.

Sudah disebut sebelumnya, di Singapura, sesi foto terakhir para terdakwa mati ini menjadi sebuah 'tradisi'.

Baca Juga: Beralasan Hendak Ke Toilet, Seorang Tahanan Asal India Melarikan Diri Ke Hutan

Para terdakwa mati diperbolehkan untuk mengambil foto terakhir dengan baju apa pun pilihan mereka.

Prabu, dihukum mati setelah terbukti bersalah mengedarkan 227,82 gram heroin masuk ke Singapura, pada 31 Desember 2014.

Pengacara Prabu, N Surendran, bersikeras hukuman mati untuk Prabu tak didasari keadilan yang cukup.

Dia juga menyesalkan singkatnya pengumuman hari eksekusi, yang baru diketahui keluarga Prabu seminggu sebelum hari H.





loading...
Versi Mobile
Loading...