news24xx.com
Wednesday, 05 Aug 2020

Amerika dan China Ribut Di Laut Cina Selatan, Asia Tenggara Waspada Peluru Nyasar

news24xx


Kapal perang AmerikaKapal perang Amerika

News24xx.com - Polemik antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu kian memicu ketegangan, termasuk di kawasan Asia.

Bahkan ada kemungkinan keduanya akan menjadikan Asia Tenggara sebagai arena pertarungan.

Seperti kata pepatah 'Peluru tidak mempunyai mata'

Tensi antara China dan Amerika Serikat kembali memanas soal Asia Tenggara.

Pejabat kedua negara kini saling tuduh atas kegiatan mereka di Asia Tenggara.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

Silang pendapat ini muncul di saat persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China di kawasan ini kian meningkat.

Dilansir dari South China Morning Post, Duta Besar China untuk Singapura Hong Xiaoyong menyampaikan serangan terbaru dengan menuduh Menteri Pertahanan AS Mark Esper telah memicu ketegangan dengan menyebut China sebagai ancaman.

Hong juga menuduh menteri pertahanan AS berusaha menyebabkan gesekan antara kekuatan utama dan menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Itu adalah babak baru dalam permainan menyalahkan antara Beijing dan Washington, ketika kedua negara berhadapan di berbagai bidang.

Baca Juga: Beralasan Hendak Ke Toilet, Seorang Tahanan Asal India Melarikan Diri Ke Hutan

Mulai dari perdagangan dan teknologi, hingga ideologi dan asal-usul virus corona hingga meningkatkan kekhawatiran adanya Perang Dingin yang baru.

Dalam opininya minggu lalu, Esper mengatakan AS akan berinvestasi lebih banyak untuk memodernisasi pasukannya di kawasan dan memperkuat pencegahan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan militer AS untuk konflik di masa depan.

Dia menyerukan ikatan keamanan yang lebih kuat dengan negara-negara di Indo-Pasifik termasuk Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Thailand, Filipina, Australia dan India dan menuduh Beijing melakukan kegiatan memfitnah.





loading...
Versi Mobile
Loading...