news24xx.com
Sunday, 09 Aug 2020

Setelah Diperkosa Sepupunya Hingga Hamil dan Melahirkan, Bocah Asal Denpasar Ini Kembali Dicabuli Oleh Sang Paman

news24xx


Setelah Diperkosa Sepupunya Hingga Hamil dan Melahirkan, Bocah Asal Denpasar Ini Kembali Dicabuli Oleh Sang PamanSetelah Diperkosa Sepupunya Hingga Hamil dan Melahirkan, Bocah Asal Denpasar Ini Kembali Dicabuli Oleh Sang Paman

News24xx.com - Tragis, seorang gadis berusia 13 tahun dari Denpasar Selatan menjadi korban pemerkosaan oleh sepupu dan pamannya. Kasus ini terungkap setelah korban, diidentifikasi sebagai Mawar oleh media setempat, pergi untuk pemeriksaan di Puskesmas setempat.

Staf klinik dilaporkan menjadi khawatir setelah melihat perilakunya, dan kemudian berkoordinasi dengan kantor Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di kota Denpasar.

Diketahui, bahwa dia diperkosa oleh sepupunya dan hamil.

Baca Juga: Bejad! Perempuan di Tangerang Selatan Diperkosa Usai Bangun Tidur Lalu Diteror Dari Instagram

www.jualbuy.com

Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, seorang penasihat hukum di pusat tersebut, mengatakan, “Jadi dia dinikahkan setelah dia diperkosa oleh sepupunya dan hamil. Tapi kemudian setelah anak itu lahir, dia diperkosa oleh mertuanya sendiri, ”kata Yuli.

Insiden itu terjadi pada 2019 dan Mawar melahirkan anaknya awal tahun ini. Namun, Mawar kemudian diperkosa oleh ayah mertuanya, yang juga pamannya.

Mawar dan orang tuanya dilaporkan telah berbicara dengan petugas di P2TP2A pada saat ini, yang memberikan rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut. Keluarga belum mengajukan laporan resmi mengenai dua insiden pemerkosaan, meskipun petugas mendorong mereka untuk membawa masalah tersebut ke polisi.

Yuli mencatat bahwa korban dan keluarganya tidak memiliki informasi yang cukup tentang masalah-masalah hukum, dan tidak mengerti tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria menggarisbawahi bahwa kasus ini menunjukkan bagaimana kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, dapat terjadi kapan saja.

Baca Juga: Kronologi Perampokan Uang Penjualan Sebesar Rp 170 Juta Di Sebuah Warung di Ciracas; Anak Usia 1,5 Tahun Jadi Sandra

Maria mencatat bahwa para pelaku telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Indonesia, yang menetapkan bahwa pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dapat dihukum hingga 15 tahun penjara. Selain itu, kasus Mawar juga menyoroti prevalensi menikahkan korban perkosaan dengan pemerkosa mereka di Indonesia.

"Menikahi korban pemerkosaan dengan pemerkosa bukan solusi, tetapi memperburuk proses penyembuhan korban," kata Maria.

Maria mencatat bahwa polisi dan masyarakat harus bersatu untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...