news24xx.com
Sunday, 09 Aug 2020

Sebanyak 8 Anak Diculik di Depok Setelah Dibujuk Untuk Mengikuti Turnamen eSports

news24xx


Sebanyak 8 Anak Diculik di Depok Setelah Dibujuk Untuk Mengikuti Turnamen eSportsSebanyak 8 Anak Diculik di Depok Setelah Dibujuk Untuk Mengikuti Turnamen eSports

News24xx.com - Sebuah kelompok yang terdiri dari delapan anak dan pra-remaja di Depok, Jawa Barat diduga diculik setelah dibujuk oleh pria tak dikenal dengan iming-iming mengikuti turnamen eSports.

Para korban, yang terdiri dari dua anak perempuan dan enam anak laki-laki, berusia antara 11 dan 13 tahun. Mereka sedang bermain-main di suatu daerah di Kecamatan Sukmajaya, Depok Timur pada hari Sabtu ketika pria yang belum diidentifikasi, mendekati mereka.

Baca Juga: Bejad! Perempuan di Tangerang Selatan Diperkosa Usai Bangun Tidur Lalu Diteror Dari Instagram

www.jualbuy.com

“Anak-anak bermain bentengan di tempat parkir Pasar Agung. Kemudian seorang pria dewasa yang tidak dikenal mendekati mereka, ”kata Kepala Polisi Metro Depok Azis Andriansyah kemarin.

Tersangka memikat para korban dengan turnamen eSports, yang menggelitik minat mereka. Mereka kemudian dibawa naik minibus angkot ke jalan utama Margonda di Depok. Setelah turun dari angkot, mereka terus berjalan hingga mencapai jalan layang di dekat Universitas Indonesia (UI).

Empat dari delapan anak melarikan diri saat itu, sementara empat lainnya tetap bersama tersangka. Mereka tinggal sebentar dengan tersangka di apa yang diyakini sebagai rumahnya di dekat Pasar Kramat Jati, dan kemudian berhasil melarikan diri sekitar pukul 10 malam dengan berpura-pura pergi ke toilet.

Baca Juga: Kronologi Perampokan Uang Penjualan Sebesar Rp 170 Juta Di Sebuah Warung di Ciracas; Anak Usia 1,5 Tahun Jadi Sandra

"Setelah menerima laporan dari orang tua mereka, kami segera memeriksa dan menemukan anak-anak di Pasar Kramat Jati dalam keadaan kebingungan," kata Azis.

Tersangka dilaporkan mengancam akan membunuh empat anak yang berhasil diculiknya jika mereka melarikan diri.

Kedelapan anak itu aman dan kembali bersama keluarga masing-masing, dengan polisi mengatakan tidak ada bukti pelecehan fisik sejauh ini. Pihak berwenang masih mengejar tersangka, yang dilaporkan menghindari penangkapan polisi, sehingga motifnya untuk dugaan penculikan belum ditetapkan.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...