news24xx.com
Thursday, 06 Aug 2020

Bukan Berasal dari Tiongkok, Seorang Peneliti Asal Oxford Ini Percaya Virus Corona Aktif Sudah Ada di Seluruh Dunia

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Seorang Profesor dari Oxford University mengklaim bahwa virus corona jenis baru yang menyebabkan Covid-19 bukan berasal dari Tiongkok.

Dr Tom Jefferson percaya bahwa penyakit yang menyerang pernafasan, Covid-19 telah muncul di seluruh dunia akibat kondisi lingkungan, bukan dari Wuhan di Tiongkok pada akhir tahun 2019 lalui.

 Tutor senior pada Pusat Pengobatan Berbasis Bukti (CEBM) itu, mempercayai bahwa terdapat bukti yang berkembang virus telah ada di tempat lain.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

"Kemana perginya SARS? Itu hilang begitu saja. Jadi kita harus memikirkan hal-hal ini. Kita perlu mulai meneliti ekologi virus, memahami bagaimana virus itu bermula dan bermutasi," ujarnya.

Ia mengkalim bahwa virus memang sudah ada sejak lama, namun virus itu baru aktif karena kondisi lingkungan.

"Ada kasus di Kepulauan Falkland pada awal Februari. Sekarang dari mana asalnya? Ada kapal pesiar yang pergi dari Georgia Selatan ke Buenos Aires, dan para penumpang disaring dan kemudian pada hari ke delapan, ketika mereka mulai berlayar menuju Laut Weddell, mereka mendapatkan kasus pertama," ujarnya dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari The Sun.

Ia menyebutkan bahwa itu adalah suatu kejanggalan yang harus diteliti lebih lanjut dan menyebut virus ini seperti Flu Spanyol dulu saat mulai merebak.

Baca Juga: Beralasan Hendak Ke Toilet, Seorang Tahanan Asal India Melarikan Diri Ke Hutan

"Pada tahun 1918 sekitar 30 persen dari populasi Samoa Barat meninggal karena Flu Spanyol, dan mereka tidak memiliki komunikasi dengan dunia luar," tambahnya. 

Penjelasan itu membuatnya yakin bahwa virus ini tidak datang atau pergi ke mana pun. Virus selalu ada dan sesuatu mungkin menyulutnya, seperti kepadatan manusia atau kondisi lingkungan.

Laporan itu menambahkan bahwa ahli virologi Spanyol mengklaim mereka telah menemukan jejak penyakit dalam sampel air limbah yang dikumpulkan pada Maret 2019.





loading...
Versi Mobile
Loading...