news24xx.com
Thursday, 06 Aug 2020

Bupati Inhil Soroti Ekonomi Seberang Tembilahan dan Akses Transportasi Pasca Longsor

news24xx


Bupati Inhil, HM Wardan saat menyerahkam bantuan kepada para korban longsorBupati Inhil, HM Wardan saat menyerahkam bantuan kepada para korban longsor

News24xx.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyoroti keberlangsungan ekonomi masyarakat Kelurahan Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan dan akses transportasi pasca musibah tanah longsor yang melanda.

Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Inhil bersama dengan pihak Kelurahan Seberang Tembilahan dan Kecamatan Tembilahan telah membahas mengenai nasib para penambang pompong dan pengumudi ojek usai amblasnya dermaga penyeberangan akibat bencana tanah longsor.

"Kita membahas adalah bagaimana caranya memanggulangi masalah transportasi yang terputus akibat tanah longsor. Bagaimana para penambang (pompong, red) dan ojek dapat terus beroperasi," tutur Bupati dalam kunjungannya untuk menyerahkan bantuan kepada korban bencana tanah longsor, Sabtu (11/7/2020) pagi.

Baca Juga: Lokasi musibah tanah longsor yang terjadi di Parit 7 dan Parit 5 Tembilahan Hulu

www.jualbuy.com

Sementara waktu, dikatakan Bupati, solusi terbaik bagi masyarakat, terutama penambang dan pengumudi ojek untuk mengatasi terhambatnya perputaran roda perekonomian, pemerintah membangun dermaga penyeberangan darurat.

"Kita akan rumuskan kembali ke depan dan kita sesuaikan dengan program-program pemerintah. Yang jelas, saat ini kita berupaya mengatasi agar ekonomi masyarakat tidak terhambat dan tingkat pendapatan penambang dan pengemudi ojek dapat tetap stabil," jelas Bupati dalam kunjungannya yang didampingi Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti, Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan dan sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Inhil lainnya.

Baca Juga: Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekdakab Inhil

Disamping itu, Bupati juga mengharapkan kepada masyarakat korban bencana agar tidak larut dalam kesedihan dan dapat tinggal di rumah-rumah keluarga dan warga lainnya sementara waktu.

Tercatat, 17 Kepala Keluarga dengan 64 jiwa korban bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat, 10 Juli 2020 sekitar pukul 15.30 WIB. Sedikitnya, 10 rumah warga dan sebuah dermaga penyeberangan mengalami rusak parah. Belum diketahui total kerugian materiil yang diderita akibat peristiwa tanah longsor ini.





loading...
Versi Mobile
Loading...