news24xx.com
Sunday, 09 Aug 2020

Bahaya! Hampir 10 Juta Anak Terancam Putus Sekolah Akibat Pandemi Corona

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com - Pandemi virus corona telah menyebabkan "darurat pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya", dengan 9,7 juta anak yang terkena dampak penutupan sekolah berisiko putus sekolah secara permanen, kata lembaga amal Save the Children pada Senin (13/07).

Mereka mengutip data UNESCO yang menunjukkan bahwa pada bulan April, 1,6 miliar pelajar diliburkan dari sekolah dan universitas karena langkah-langkah untuk menekan penyebaran Covid-19. Angka tersebut merupakan sekitar 90% dari seluruh populasi siswa di dunia.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, satu generasi anak-anak di seluruh dunia terganggu pendidikannya," kata lembaga itu dalam sebuah laporan baru bertajuk Save our Education, seperti dikutip kantor berita AFP.

Baca Juga: Viral Kisah Wanita Tua di Indramayu Yang Nyaris Tewas Akibat Dililit dan Disembur Ular Kobra

www.jualbuy.com

Mereka menjelaskan bahwa bencana ekonomi dari krisis ini bisa mendorong 90 hingga 117 juta anak ke dalam kemiskinan, yang berdampak langsung pada penerimaan murid di sekolah.

Dengan banyaknya anak yang dituntut untuk bekerja atau anak perempuan yang dipaksa menikah dini demi menghidupi keluarga mereka, antara 7 juta hingga 9,7 juta anak terancam putus sekolah secara permanen.

Pada saat yang sama, lembaga amal itu memperingatkan krisis akibat virus corona bisa menyebabkan kekurangan anggaran pendidikan hingga sebesar $77 miliar (Rp1.112 triliun) di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada akhir 2021.

"Sekitar 10 juta anak mungkin tidak pernah kembali ke sekolah ini adalah darurat pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pemerintah harus segera berinvestasi dalam pendidikan," kata kepala eksekutif Save the Children, Inger Ashing.

Baca Juga: Waspada! Hanya Karena Bahan Bangunan Ini, Gadis Muda Asal Inggris Alami Kanker Langka Yang Mengerikan

"Alih-alih, kita berisiko menghadapi pemotongan anggaran dalam jumlah besar yang akan menyebabkan ketimpangan semakin lebar antara si kaya dan si miskin, dan antara anak laki-laki dan perempuan."

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, telah mengizinkan kegiatan belajar di sekolah dengan tatap muka di daerah berstatus zona hijau, mulai tahun ajaran baru Juli ini.

Adapun daerah yang berstatus zona kuning, oranye dan merah dilarang menggelar kegiatan belajar tatap muka langsung.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...