news24xx.com
Wednesday, 05 Aug 2020

Tak Hanya Ekuador, Bolivia Juga Jadi Kota Yang Horor; Mayat Pasien Corona Berada di Mana-Mana

news24xx


Mayat Terbungkus Plastik dan Peti Jenazah Bergeletakan di Ekuador Mayat Terbungkus Plastik dan Peti Jenazah Bergeletakan di Ekuador

News24xx.com - Corona terus menebarkan nuansa horornya di sejumlah negara. Nuansa ini tampak dari mayat-mayat pasien Corona yang terlantar di jalan dari Ekuador hingga Bolivia.

Pada bulan Mei 2020 lalu, jenazah tampak tergeletak di pojok Kota Guayaquil, Ekuador. Jenazah ini hanyalah satu dari banyak korban tewas COVID-19. Hingga 1 April 2020, ada 1.937 orang di sini dinyatakan positif terjangkit virus SARS-CoV-2.

Kini, horor mayat-mayat pasien Corona tergeletak di jalan juga terjadi di Bolivia. Seperti dilansir AFP, Rabu (22 July 2020), Kepala Kepolisian Nasional Bolivia, Coronel Ivan Rojas, menuturkan bahwa 191 mayat ditemukan area metropolitan Cochabamba antara 15-20 Juli, sedangkan 141 mayat lainnya ditemukan di wilayah kota La Paz.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

Kemudian 68 mayat ditemukan di Santa Cruz, kota terbesar di Olivia. Area metropolitan Santa Cruz merupakan area yang terdampak Corona paling parah di Bolivia. Separuh dari total kasus Corona di negara ini muncul di Santa Cruz.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan 60.991 kasus Corona terkonfirmasi di Bolivia, dengan 2.273 kematian.

Dalam pernyataannya, Rojas menyebut sekitar 85 persen dari mayat-mayat itu merupakan 'kasus positif COVID-19 dan kasus dengan gejala COVID, jadi akan dicatat sebagai kasus suspek'.

Baca Juga: Beralasan Hendak Ke Toilet, Seorang Tahanan Asal India Melarikan Diri Ke Hutan

Sementara yang lain, sebut Rojas, meninggal akibat 'penyebab-penyebab lain, yang berarti kematian dari penyakit atau penyebab kekerasan'. Tidak diketahui pasti bagaimana bisa mayat-mayat itu telantar dan tidak dimakamkan dengan layak.

Menurut kantor epidemiologi nasional, wilayah Cochabamba dan La Paz mengalami 'kenaikan cepat' kasus Corona. Direktur Institut Investigasi Forensik, Andres Flores, menyatakan bahwa antara 1 April hingga 19 Juli, lebih dari 3 ribu mayat ditemukan di luar rumah sakit, diidentifikasi sebagai kasus terkonfirmasi atau kasus suspek Corona.





loading...
Versi Mobile
Loading...