news24xx.com
Wednesday, 30 Sep 2020

Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta, 2 Warga Kempas Inhil Dibekuk Polisi

news24xx


Kedua tersangka saat diamankanKedua tersangka saat diamankan

News24xx.com - Dua orang warga Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir (Inhil) Riau dibekuk kepolisian resor Inhil.

Keduanya terpaksa diamankan karena melakukan penipuan berkedok investasi.

Dalam menjalankan aksinya pelaku menjanjikan keuntungan sebesar 20 persen dari modal yang ditanamkan. 

Kejadian bermula saat korban bernama inisial Rw Pada hari Minggu tanggal 05 Juli 2020 sekira pukul 15.00 Wib pada saat  berada dirumah temannya yang bernama ES di Desa Sungai Ara.

Baca Juga: 50 Sekolah di Inhil Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Tunggu Instruksi Bupati

www.jualbuy.com

Lalu RW di tawarkan oleh KM. untuk menanamkan modal dan akan memdapatkan keuntungan 20 persen dari modal dan akan diberikan per empat hari, kemudian pelapor langsung tertarik dan memberikan uang sejumlah Rp18 juta rupiah.

"Benar saja empat hari kemudian pelapor mendapatkan persen/bonus sejumlah Rp2,5 juta dan diberikan melalui KM," kata Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman melalui Kasubag Humas AKP Warno Akman. 

Karena merasa terbukti uangnya bertambah, pada hari selasa tanggal 07 Juli 2020 Rw bertemu kembali dengan HP dirumah ES  di Desa Sungai Ara, Kecamatan Kempas, kemudian memberikan tambahan modal pelapor sejumlah uang Rp20 juta.

Baca Juga: Didesak Segera Bentuk BNNK, Bupati Inhil Kunjungi BNNP Riau

Dia dijanjikan dalam tiga hari akan diberikan persen/bonus sejumlah Rp5 juta, kemudian sampai sekarang pelapor tidak lagi mendapatkan persen/bonus yang di janjikan oleh KM maupun HP.  

Setelah Dikembangkan oleh Pelapor ternyata Masih ada beberapa korban lainnya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai Rp38 juta.

selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kempas untuk Proses lebih lanjut.

"Atas laporan itu polisi bergerak cepat dan mengamankan pelaku bersama dengan barang bukti diantaranya 33 lembar kwitansi yang diduga dijadikan sebagai praktek penipuan," dengan total kerugian mencapai 300 an juta rupiah , jelas Warno.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...