news24xx.com
Friday, 25 Sep 2020

Cerita Pilu Seorang Bocah Asal Madiun; Seberangi Sungai Demi Belajar Daring, Nebeng HP Teman

news24xx


Siswa kelas 6 ini harus sebrangi sungai demi bisa mengikuti pelajaran secara onlineSiswa kelas 6 ini harus sebrangi sungai demi bisa mengikuti pelajaran secara online

News24xx.com - Di saat siswa lain cukup berada di rumah untuk mengikuti pembelajaran daring, tidak demikian halnya dengan Wahyu Agus Nurtino.

Siswa kelas 6 SD Negeri Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur itu harus menempuh perjalananan cukup jauh.

Wahyu harus menyeberangi sungai terlebih dahulu demi bisa melakukan pembelajaran daring, dengan nebeng handphone (HP) milik temannya.

Baca Juga: Viral Kisah Wanita Tua di Indramayu Yang Nyaris Tewas Akibat Dililit dan Disembur Ular Kobra

www.jualbuy.com

"Setiap 3 hari sekali untuk mengerjakan tugas harus ke rumah teman, karena saya tidak punya HP," ujar Wahyu saat ditemui oleh TIMES Indonesia—jaringan Suara.com—di kediamannya.

Wahyu harus berjalan kaki ke rumah temannya yang berada di Dusun Malang, Desa Brumbun.

Meski hanya berbeda dusun, Wahyu memilih menyeberangi Kali Catur guna mempersingkat jarak tempuh.

Saat sedang surut seperti saat ini, Kali Catur yang merupakan sungai besar di wilayah Kecamatan Wungu masih bisa untuk dilewati.

Baca Juga: Waspada! Hanya Karena Bahan Bangunan Ini, Gadis Muda Asal Inggris Alami Kanker Langka Yang Mengerikan

Hanya saja, Wahyu harus berhati-hati menapaki bebatuan sungai yang licin agar tidak terjatuh.

Wahyu adalah anak dari pasangan Slamet Nursanto yang memiliki keterbatasan fisik dan Solikaten yang tidak bisa membaca dan menulis.

Keterbatasan ekonomi membuat kedua orang tuanya tidak mampu membelikan HP untuk anaknya belajar daring di rumah.

"Saya hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekarang ini baru bekerja setelah 2 bulan menganggur," tutur Slamet Nursanto, ayah Wahyu.

Sebagai orang tua, Slamet sangat ingin membelikan HP agar anaknya tidak perlu berjalan jauh ke rumah temannya.

Namun karena keterbatasan kondisi ekonomi, membuatnya belum memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sang anak.

Pria 50 tahun yang tinggal di Dusun Sukorejo RT 01/RW 01 Desa Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun itu berharap anaknya tetap bisa mengikuti pembelajaran daring seperti siswa lainnya. Meskipun belum memiliki handphone dan harus belajar di rumah temannya.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...