news24xx.com
Tuesday, 26 Jan 2021

Seorang Ratu Transgender Frustasi, Karena Operasi Alat Kelaminnya; "Area Kewanitaannya Bernanah Dan Berbau Busuk"

news24xx


Yolrawee Saisupee.Yolrawee Saisupee.

News24xx.com - Operasi ganti kelamin memang kerap memiliki risiko, meskipun operasi tersebut dilakukan di klinik mahal sekalipun. Inilah yang terjadi pada ratu kecantikan transgender Thailand.

Gara-gara operasi kelamin, kini area kewanitaannya tersebut "busuk", akibatnya sang kekasih pun kabur. Ratu kecantikan Thailand Yolrawee Saisupee, 23, mengatakan sang pacar mencampakkannya karena dia tidak bisa memuaskan seperti wanita normal.

Dia mengklaim telah membayar 240.000 THB atau sekira Rp111,42 juta pada April tahun lalu tetapi hasilnya gagal, dan alat kelaminnya tidak bisa berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Serangan Rasisme; Beri Hormat ala Nazi dan Hina Pria Kulit Hitam, Suami Istri Ditangkap

www.jualbuy.com

Yolrawee mengatakan dia meminta agar kedalaman alat kelaminnya bisa mencapai 7 inci. Tapi, setelah dioperasi, area kewanitaannya malah berbau busuk, karena darah bercampur dengan nanah.

"Setelah operasi, alat kelamin saya jadi berbau busuk karena berdarah dan keluar nanah. Maka, saya kembali untuk memperbaikinya. Namun, setelah dilakukan perbaikan, alat kelaminku tidak berfungsi dengan benar, dan aku tidak bisa pergi ke toilet," tutur Yolrawee seperti dilansir dari dailystar.

"Setelah operasi saya menemukan bahwa alat kelamin saya hanya tiga inci (dalamnya) dan itu membuat pacar saya frustrasi dan menyebabkan kami putus," jelas Yolrawee.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Asal Muasal Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan Besar di Beirut

"Saya kesulitan tidur sejak pacar pergi. Saya telah menghabiskan banyak uang untuk operasi ganti kelamin ini supaya bisa menjadi seorang wanita, tetapi ternyata sebaliknya," tambah dia.

Pengacara Ronnarong Kaewphetch mengatakan akan menangani kasus ini dan yakin bahwa Yolrawee akan menerima kompensasi. "Tetapi jika negosiasi tidak dapat diselesaikan, kami akan membawa masalah ini ke dewan perlindungan konsumen. Saya percaya bahwa klinik akan berkompromi dan membayar kompensasi untuk menyelamatkan reputasi mereka," kata Ronnarong.





loading...
Versi Mobile
Most Popular
Loading...