news24xx.com
Friday, 22 Feb 2019

Warga Inhu Heboh, Seorang Suami Tebas Leher Istrinya Usai Minta Maaf

news24xx


PuspitaPuspita

News24xx.com - Tidak tahu setan apa yang merasuk di benak laki-laki berinisial JM (29), warga Desa Talang Mulia, Kecamatan Batang Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau ini.

Pasalnya, setelah sempat minta maaf dan mengaku ingin tobat, JM malah menebas leher Puspita (23) yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Sang istri yang malang itu pun tewas berlumuran darah dengan kondisi mengenaskan. Warga sekitar pun heboh dan gempar.


Informasi itu dibenarkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Senin 26 Februari 2018.

Menurut laporan di Mapolda Riau, kejadian itu terjadi Minggu 25 Februari 2018.

Kronologisnya ketika itu JM dan keluarga Puspita sedang berkumpul di ruang tengah rumah mereka. Saat itu JM sempat memohon maaf dan mengatakan berniat untuk taubat akan perilakunya. Permintaan maaf itu tidak hanya ditujukan kepada Puspita, namun juga seluruh keluarganya. Saat itu, mertua JM juga ada di situ.


Usai minta maaf, Puspita masuk ke kamar untuk merapikan pakaian, setelah itu suaminya pun mengiuti dari belakang.

Namun apa yang terjadi kemudian, sungguh di luar dugaan. JM tiba-tiba saja menghabisi nyawa istrinya Puspita dengan sebilah parang. Parang yang tajam itu ditebaskan ke bagian belakang leher sang istri. JM seperti kesetanan.


Puspita sendiri tak mengetahui aksi nekat sang suami, karena ketika itu ia sedang
melipat kain. Akibat tebasan parang itu, leher bagian belakang Puspita pun terluka parah dan mengucurkan darah segar.

"Setelah itu JM keluar dengan memegang parang yang masih berlumuran darah dan membuat kaget mertuanya," kata Guntur Aryo Tejo.


Melihat peristiwa tersebut, mertuanya pun berlarian keluar rumah meminta tolong tetangganya. Namun sayang, nyawa Puspita tak berhasil diselamatkan.

Setelah kejadian berdarah itu, JM pun langsung diamankan aparat berwajib ke Polres Indragiri Hulu di Rengat.


"Pelaku sudah kita amankan, rencana tindak lanjut adalah memeriksa psikologis. Motif kejadian untuk sementara diduga karena faktor ekonomi," terang Guntur.

 

 

 

EDITOR :
HPN

 

 

News24xx.com/par/amri/dev

 

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...