news24xx.com
Sunday, 26 May 2019

Gawat, Tawuran Antar Genk ABG di Bengkalis Pakai Panah dan Bambu Runcing

news24xx


Remaja tawuran di BengkalisRemaja tawuran di Bengkalis

News24xx.com - Warga Bengkalis  sempat heboh dan was-was, Jumat  2 Maret 2018 dinihari. Pasalnya, belasan Anak Baru Gede (ABG) kembali melakukan aksi tawuran antar genk.  Aksi tawuran dan bentrok antar kelompok genk tersebut terjadi di Jalan Baru (JB) Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Provinsi Riau, Jumat dinihari tadi.

 
Tak main-main, tawuran antar pemuda tanggung itu menggunakan senjata, seperti anak panah, balok kayu sampai bambu runcing. Meraka saling serang dan sempat ribut.
 
 
Ironisnya lagi, mereka yang terlibat aksi tawuran itu rata-rata masih duduk dibangku sekolah SMP dan SLTA. Dua kelompok pemuda diperkirakan belasan orang yang membuat diri mereka seperti sebuah gengster yang saling berlawanan seperti dalam film-film.
 
 
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Perundangan-undangan Daerah, Hengki Irawan, SH mengungkapkan dua kelompok tawuran terdiri dua kelompok geng.
 
Dua kelompok itu pemuda asal Parit Bangkong, Kelapapati dan Wonosari mereka bergabung berlawanan dengan pemuda Desa Senggoro. 
 
"Kita dapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 12 (malam, red,) bahwa sedang terjadi tawuran dan kita langsung respon ke lapangan," kata Henki kepada sejumlah wartawan, Jumat.
 
Diungkapkan Hengki lagi, di lokasi tawuran pihaknya berhasil mengamankan sebanyak tujuh orang dan langsung digelandang ke Markas Satpol PP. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, menurutnya para pemuda yang diamankan tersebut ada yang terluka dan mengalami bengkak di bahagian kaki. 
 
 
"Mereka betul-betul main. Ada yang bawa balok, bawa bambu malahan ada bawak anak panah. Alhamdulillah mereka kita amankan seramai 7 orang," terang Hengki.
 
Hengki mengaku Satpol PP sudah membuat efek jera terhadap pemuda tersebut. Selain itu, orang tua para pemuda juga dipanggil ke Kantor Satpol PP Bengkalis.
 
 
 
"Kita panggil orang tua. Ada yang menolak karena takut, kita langsung antar ke rumah bersangkutan dan menjelaskan masalah itu," ujar Hengki.
 
 
 
Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi nantinya

 

EDITOR :
HPN

 

 

News24xx.com/army/hari

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...