news24xx.com
Sunday, 19 Aug 2018

Mengenal Coffin Birth, Sebuah Fenomena Melahirkan Dalam Kubur

news24xx


IlustrasiIlustrasi

News24xx.com -  Saat ini istilah coffin birth atau fenomena melahirkan dalam kubur kerap terjadi di masa lalu. Istilah melahirkan dalam kubur adalah keadaan dimana sang ibu sudah meninggal namun mampu untuk melahirkan. Fenomena coffin birth ini pernah terjadi pada April 2003 di San Fransisco.

Coffin birth biasanya terjadi beberapa minggu setelah seorang wanita yang tengah mengandung meninggal. Dan istilah ini digunakan oleh seorang pemeriksa mayat (coroner) untuk proses kelahiran spontan yang terjadi pada seorang perempuan hamil yang sudah meninggal. Biasanya perempuan hamil yang meninggal, bayinya tidak dikeluarkan jika dinyatakan bayinya tidak lagi bernyawa


Biasanya bayi yang dilahirkan ditemukan di dalam kuburan dan terpisah dari ibunya. Bayi ini pun sudah dalam kondisi meninggal.


Bagaimana fenomena melahirkan dalam kubur bisa terjadi ?

Fenomena ini terjadi ketika gas yang secara alami terbentuk di dalam perut dan daerah panggul pada tubuh seseorang yang sudah membusuk. Gas ini akan memberikan tekanan yang cukup kuat untuk mendorong bayi yang dikandung agar bisa keluar melalui jalan lahir dari tubuh ibunya yang sudah meninggal.

Boyd Stephens, kepala pemeriksa medis di San Fransisco, seperti dikutip dari USAToday, Selasa 13 Maret 2018 mengungkapkan bila kondisi melahirkan dalam kubur terjadi pada mayat yang tidak diawetkan dengan cara dibalsem. Tapi jika tubuh mayat dibalsem dengan benar maka fenomena tersebut tidak akan mungkin terjadi. Namun sejak teknik pembalseman atau pengawetan lainnya semakin moderen, fenomena melahirkan dalam kubur in sudah sangat langka terjadi.


Para ahli forensik menyatakan bahwa coffin birth bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan baru terjadi. Istilah coffin birth pertama kali didefinisikan dalam bahasa Jerman yaitu Sarggeburt. Fenomena kelahiran ini telah terjadi sepanjang sejarah manusia sebelum adanya teknik pengawetan dengan cara pembalseman pada mayat. Karena diperlukan gas yang cukup dari dalam tubuh untuk proses pembusukan.  

 

 

 

 

 

News24xx.com/dev/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...